Minggu, 19 Mei 2013

Jalan - Jalan ke Pura Besakih


Pura Besakih.  Pulau Bali terkenal dengan sebutan pulau seribu pura, hal ini identik mayoritas penduduk di pulau Bali yang beragama Hindu dan beribadah di Pura. Salah satu pura terbesar dan termegah yang ada di Bali adalah Pura Besakih. Pura Besakih adalah sebuah kompleks pura yang terletak di lereng Gunung Agung pada ketinggian 1000 m di atas permukaan laut, tepatnya di Desa Besakih Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem, Bali.

Kompleks Pura Besakih terdiri dari 1 pura pusat yaitu Pura Penataran Agung Besakih dan 18 pura pendamping, yaitu 1 Pura Basukian dan 17 pura lainnya. Semua umat Hindu terutama di Bali mempunyai sebuah pura penyungsungan ( tempat persembahyangan ) yang disebut Pura Pedarman sesuai dengan wanngsa mereka, yang merupakan warisan leluhur secara turun temurun.
Pura Penataran Agung adalah pura yang terbesar di kompleks Pura Besakih, candi - candi atau pelinggihnya lebih banyak upacaranya juga paling banyak di Penataran Agung ini. Di Penataran Agung ini ada 3 candi utama dan merupakan intisari dari seluruh bangunan suci ( palinggih )yang ada di Pura Agung Besakih. Padmasana Tiga adalah simbol dari istana Tuhan sesuai dengan sifat dari Tri Murti yaitu Dewa Brahma sebagai pencipta, Wisnu sebagai pemelihara dan Siwa sebagai pelebur.
Mengunjungi Pura Besakih pada saat diselenggarakannya suatu upacara perayaan ( festival ) agama Hindu adalah sangat menyenangkan, dimana ratusan atau bahkan ribuan pemeluk agama hindu datang ke Pura Besakih mengenakan pakaian yang indah - indahserta membawa berbagai sesajian. Pemandangan di sekitar Pura Besakih dengan latar belakang Gunung Agung sangat mengesankan, namun jika anda datang agak siang seperti kebanyakan rombongan turis yang datang menggunakan bus, maka biasanya kabut sudah menutupi pandangan ke arah gunung.
Pura Besakih merupakan salah satu obyek wisata yang sangat memikat para wisatawan domestik dan mancanegara. Bagi teman - teman yang hobi jalan - jalan, kumpulan artikel ini dapat menjadi referensi sebelum  mengunjungi Pura Besakih.

Berjuta Pesona di Pantai Kuta


Pantai Kuta - Bali, kalau mendengar kata pantai rasanya rindu akan suasana ketika bermain pasir dan menikmati keindahan alam dan ombaknya. Bagi teman - teman yang belum pernah ke pantai kuta,kumpulan artikel ini dapat memberikan gambaran tentang pesona obyek wisata ini. terletak 11 km sebelah selatan Denpasar, di bagian selatan pulau Bali, tepatnya di Kabupaten Badung. Pantainya yang membentang lebih dari 2 km ini menawarkan keindahan yang menawan, pasir putihnya yang indah dan pesona sunset ( matahari tenggelam ) yang mengesankan bagi setiap wisatawan.

Pantai Kuta juga tempat yang biasa digunakan untuk olahraga laut seperti selancar, berlayar, menyelam ataupun memancing. peselancar pemula dapat menyewa papan selancar yang rata - rata seharga Rp. 25 000 - Rp. 30 000 per hari, atau apabila ingin didampingi pelatih selancar, wisatawan cukup dibebani sebesar Rp. 75 000.
Pantai Kuta juga dikenal sebagai kawasan pusat pengembangan pariwisata di Bali. Fasilitas seperti restoran, spa, hiburan dan tempat penginapan dengan harga sewa yang bervariasi sangat banyak jumlahnya. Untuk menikmati keindahan Pantai Kuta dapat ditempuh dengan jalan kaki, dengan mobil atau alat transportasi traadisionaL seperti delman.
Selain terkenal dengan pantai dan sunset, kuta juga terkenal sebagi pusat hiburan malam di Bali, selain itu Kuta juga menawarkan fasilitas yang lengkap seperti : pusat perbelanjaan, butik, galeri, restoran dan bahkan hotel, mulai hotel kecil dengan harga terjangkau sampai dengan resort mewah. Letaknya juga strategis, selain dekat dengan bandar udara Ngurah Rai, transportasi ke Kuta juga mudah.
Hotel di Kuta sebagian besar dekat dengan pusat pertokoan namun terhindar dari kebisingan karena berada di antara kebun - kebun tropis khas Bali serta akses yang mudah menuju pantai. Sebagian hotel di kuta seperti Hard Rock  Hotel, Aneka Beach Hotel dan beberapa hotel lainnya juga berada di dekat pantai dan bahkan menghadap ke Pantai Kuta.

Berwisata Ke Tanah Lot Bali


Artikel tentang Tanah Lot Bali ini mudah - mudahan dapat menambah wawasan kita di dunia pariwisata di Indonesia. Tanah Lot Bali merupakan salah satu obyek wisata yang terkenal di Indonesia. Mungkin teman - teman ada yang sudah pernah berkunjung ke obyek wisata ini ? jika belum teman - teman dapat menjelajah dunia pariwisata di kumpulan artikel kami  ini.  Di Tanah Lot Bali terdapat sebuah Pura yang letaknya di atas pulau karang kecil yang banyak dikunjungi oleh wisatawan khususnya menjelang matahari terbenam. Bagi orang Bali, Pura yang berada di Tanah Lot merupakan Pura laut yang dihormati.

Pura Tanah Lot Bali didirikan pada abad XV masehi oleh Pedanda Bawu Rawuh atau Danghyang Nirartha yang berasal dari kerajaan Majapahit. Pura Tanah Lot terletak di laut dan terpisah dari daratan dan di sekitar Pura ini terdapat beberapa Pura kecil dan besar antara lain Pura Pekendungan. Di bawah dan di sebelah barat terdapat sumber air tawar yang merupakan air suci bagi umat Hindu.
Pura Tanah Lot Bali terletaak di Desa Beraban Kecamatan Kediri jaraknya sekitar 13 km dari kota Tabanan, Bali. Bila air sedang surut para pengunjung dapat langsung sampai ke pelataran Pura untuk bersembahyang. Di bawah Pura terdapat beberapa gua yang di dalamnya hidup beberapa ekor ular besar dan kecil berwarna hitam putih. Ular - ular ini sangat jinak dan tidak boleh diganggu. Jika air laut sedang pasang, maka Pura Tanah Lot akan kelihatan seperti perahu yang terapung di atas air.
Tanah Lot Bali merupakan salah satu tujuan wisata favorit yang sering dikunjungi wisatawan yang ingin membuktikan keunikan tempat wisata ini. Jika anda jalan - jalan untuk liburan tidak ada salahnya anda mengunjungi Tanah Lot Bali.

Bedugul Bali - Mengenal Obyek Wisata



Bedugul Bali. Mungkin banyak diantara teman - teman sudah mendengar obyek wisata ini. Bedugul merupakan salah satu obyek wisata di Bali yang memiliki pemandangan alam yang indah dan sejuk, dengan  obyek wisata utamanya adalah Danau Bratan yang berada di puncak bukit. Keindahan Danau Bratan di Bedugul Bali menjadi lebih lengkap dengan berdirinya Pura Ulun Danu, tempat dimana masyarakat berdo'a sebelum dan sesudah musim tanam.
Bedugul Bali berjarak sekitar 50 km dari Denpasar, lokasi ini sangat mudah dijangkau. Perjalanan ke Bedugul Bali sangat menyenangkan karena pemandangan alamnya yang indah dan jalannya yang mulus melingkar - lingkar. Pada satu sisi terlihat pemandangan sawah yang bertingkat - tingkat seperti tangga dan di bagian lain terhampar lembah menghijau. Bedugul Bali merupakan obyek wisata pegunungan dengan ketinggian antara 1200 - 1450 m di atas permukaan laut. Kawasan wisata Bedugul Bali adalah salah satu tempat wisata yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan, khususnya pada waktu  liburan sekolah pengunjung bisa mencapai 5000 orang per hari.
Bedugul Bali juga terkenal dengan terdapatnya Kebun Raya Eka Karya dan lapangan golf Bali Handara yang melengkapi keindahan pemandangan kawasan wisata Bedugul Bali. Kebun Raya Eka Karya luasnya sekitar 155 ha memiliki koleksi tanaman dari berbagai negara. Di sini juga terdapat koleksi 3230 jenis anggrek, aneka tanaman kaktus. Apabila teman - teman mengunjungi pulau Bali, rasanya tidak rugi bila singgah juga di Bedugul membuktikan keindahan tempat wisata ini.

Pura indah di Bedugul Bali
Pura Ulun Danu namanya. Pura Ulun Danu didirikan pada awal abad ke-17, menjadi salah satu pusat kunjungan wisatawan. Masyarakat Bali menganggap pura yang berdiri di pinggir Danau Bratan ini sebagai tempat memohon keselamatan dan kesuburan. Pura Ulun Danu sangat indah dan tenang dengan latar belakang tebing gunung yang kadang - kadang diselimuti oleh kabut. Pada hari tertentu  terutama saat festival piodalan,  umat Hindu dari seluruh Bali banyak yang datang ke Pura ini. Pada saat upacara Piodalan terdapat ritual penenggelaman berbagai binatang yang masih muda disertai sesajen ke dalam danau. korban binatang ini untuk menunjukkan rasa bakti kepada Dewi Ulun Danu yang dipercaya memberi kemakmuran kepada masyarakat Bali lewat hasil pertaniannya.
Asyik bukan, yang ditawarkan dengan berkunjung ke Bedugul Bali, sekali berkunjung ke Bedugul akan menyaksikan tiga tempat wisata sekaligus yaitu Danau Bratan, Kebun Raya Eka karya dan Pura Ulun Danu. Yuuuk kita Ke Bedugul Bali.
--------

Bledug Kuwu - Obyek Wisata Di Semarang Salah Satu Keajaiban dunia



Bledug Kuwu -

Obyek Wisata Di Semarang

Salah Satu Keajaiban dunia

Semua perhatian dunia tertuju pada nominasi 7 keajaiban dunia. Sebetulnya Indonesia masih memiliki banyak keajaiban dunia, salah satunya adalah Bledug Kuwu yang tidak ada bandingannya. Bledug Kuwu terletak di Desa Kuwu Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan Jawa Tengah. Daya tarik obyek wisata ini adalah keunikan dan keajaiban berupa letupan - letupan lumpur yang mengandung garam, padahal daerah ini berupa daratan yang jauh dengan lutan. Lumpur - lumpur ini meletup letup sepanjang masa dan tidak pernah berhenti. Kembali ke kumpulan artikel

Semarang Kota Wisata Misteri Batu Bobot dan Api Abadi Mrapen



(  Simak sejarahnya di bawah video  )
Kota wisata. Istilah itu tampaknya tidak berlebihan karena banyak sekali obyek wisata di semarang yang tidak kalah dengan pesona wisata dari daerah lain. Yang menarik adalah wisata tempat bersejarah, salah satunya adalah api abadi Mrapen dan batu bobot Mrapen. Berikut ini adalah sejarah singkatnya.
Api abadi Mrapen
Api Alam Mrapen pernah digunakan untuk menyalakan obor dalam kegiatan pesta olahraga international (Ganefo I) pada tanggal 1 November 1963 di Jakarta demikian pula untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) X tahun 1989, dan PON XIV tahun 1996. Selain untuk kegiatan penyalaan api olahraga juga digunakan pula untuk upacara hari raya waisak.
Batu bobot yang dikeramatkan
Tak jauh dari lokasi berkobar api terdapat sebuah batu bobot, yang menurut penduduk setempat diyakini akan mampu mengabulkan semua permintaan siapa saja yang bisa mengangkat batu tersebut sambil duduk. batu itu sendiri terletak dalam sebuah cungkup dan terkunci rapat. Dari luar kita masih bisa melihat batu tersebut dari jendela kaca yang tersedia. Waktu saya mencoba melihat kedalam, nampak sekali batu tersebut dikeramatkan, terlihat dengan adanya taburan bunga setaman pada batu tersebut dan bau wangi-wangian yang masih perlahan tercium dari luar pintu.
MISTERI PENINGGALAN SUNAN KALIJAGA DI MRAPEN
Mrapen adalah nama sebuah dukuh yang luasnya kurang lebih 8600 m2. Di atas tanah seseorang yang bernama Nyonya Perminah(alm) letak di pinggir semarang purwodadi yaitu 36 km dari semarang termasuk wilayah Desa Manggar Mas Kecamatan godong, kabupaten grobogan Jawa Tengah.
Ditemukan pertama kali oleh sunan kalijaga ketika beliau bersama rombongannya membawa benda-benda pusaka dari kerajaan majapahit.di bawa ke demak Pada masa prabu wijaya 5 majapahit runtuh kira-kira tahun 1478 M. Salah satu penyebab runtuhnya Majapahit adalah karena serangan prabu Gerindara wardana dari Kediri kemudian Majapahit dapat di kuasai kerajaan Demak Bintaro sehingga kerajaan Demak Bintaro mengambil semua benda-benda kerajaan Majapahit dan di bawa ke Demak.
Sunan Kalijaga beserta rombongannya sampailah di suatu tempat yang akhirnya di putuskan oleh sunan kalijaga untuk bersitirahat sejenak sebagian rombongan yang kelelahan,haus kemudian beberapa orang membuat masakan(masakan) karena bekal yang di bawa berupa bahan makanan yang masih mentah. karena tempat tersebut jauh dari pemukiman disitu tidak ada api dan air bersih Sunan Kalijaga dibantu beberapa orang sambil berdoa agar mendapat api dan air.setelah selesai sunan kalijaga menancapkan tongkat ke tanah,ketika tongkatnya di cabut keluarlah api dari tanah tersebut.
Kemudian berjalan agak ke timur beliau menencapkan tongkatnya lagi ketika dicabut mengeluarkan air yang sangat jernih.betapa girangnya para pengikut sunan kalijaga karena dapat menemukan air dan api untuk memasak.
Setelah beberapa saat Sunan Kalijaga dan rombongan melepas lelah, makan, minum maka di putuskanlah untuk melanjutkan perjalanan ke Demak. Ketika hendak berangkat salah satu pembawa benda kerajaan mengeluh maka sunan kalijaga menyuruh meniggalakan saja benda itu berupa “umpak” tiang kerajaan majapahit (landasan tiang) sekarang benda tersebut”watu bobot” bobot=berat. Oleh Sunan Kalijaga batu ini ditinggal karena dapat memperlambat perjalanan. Sebab batu ini ketika di bawa oleh pengikut Sunan Kalijaga di rasa semakin berat. Batu ini kemudian digunakan oleh Empu Supa untuk landasan keris Kyai Sengkelat dan akhirnya sunan kalijaga beserta rombongannya melanjutkan ke Demak. Sampai di Demak Sunan Kalijaga beserta rombongannya meletakan benda-benda kerajaan pada suatu tempat.
Selang beberapa hari kemudian sunan kalijaga teringat kepada adiknya yaitu yang bernama”dewi rosowulan”karena teringat kepada adiknya sunan kalijaga mengutus salah satu pengikutnya(empu supa) untuk mencari dewi rosowulan. Empu Supa adalah pembuat keris untuk senjata perang di kesulatanan Demak, maka berangkatlah Empu Supa untuk mencari Dewi Rosowulan tapi anehnya Dewi Rosowulan sulit di pegang wujudnya menyerupai seekor kijang,karena sekian lama menjalani”topo ingidang”yaitu bertapa tanpa busana.
Empu supa kembali ke Demak dengan tangan hampa lalu beliau menghadap Sunan Kalijaga dan menceritakan kejadian tersebut lalu Sunan Kalijaga memberinya selembar selendang ”CINDE” hanya dengan selendang itulah adiknya dapat di bawa ke Demak. Karena keberhasilan Empu Supa maka Empu Supa dinikahkan dengan RosoWulan tapi sebelum dinikahkan dengan RosoWulan Sunan KaliJaga meminta kepada Empu Supa untuk membuatkan keris yang di buatkan di suatu tempat yang telah tersedia api untuk membakar,batu umpak untuk landasan mempa dan air untuk menyempuh mengepuh(menyelup keris).
Di tempat ini Empu Supa membuat keris yang di beri nama Keris Kyai Songlat atau Kyai Selamet. Uniknya keris ini dibuat tidak menggunakan alat pemukul (palu) tapi di tekan-tekan dengan jarinya
Karena keris yang di buat Empu Supa di anggap sangat ampuh maka beliau di beri tugas oleh Sultan Demak untuk membuat pusaka kerajaan dan Mrapen di jadikan tempat (pusat) pembuatan senjata kerajaan.

PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN
Pada waktu Sultan Trenggono memerintahkan Kesultanan Demak, Mrapen sangatlah mendapat perhatian karena sebagai tempat pembuatan pusaka Kesultanan. Peninggalan Sunan Kalijaga tersebut ( Mrapen ) diberikan sebagai tanah perdikan kepada Ki Demang Singo Dirono disebut. Kemudian perawatan Mrapen dilanjutkan keturunannya sampai sekarang.
Silsilah juru kunci atau yang merawat Mrapen
  1. Ki Demang Singo Dirono
  2. Ki Demang Singo Semito
  3. Ki Demang Kerto Semito
  4. ki Demang Kerto Leksono
  5. Ki Lurah Kromo Harjo(wafat tahun 1942)
  6. Nyi Parminah(1946-2000)
  7. Mulai tahun 2000-sekarang sebagai juru kunci dijalankan oleh ke-7 anak Nyi Parminah secara bergiliran.
PENINGGALAN SEJARAH
  1. API ALAM (API ABADI). Api ini di temukan pertama kali oleh Sunan kalijaga dengan cara menancapkan tongkat nya ke tanah.Oleh Empu Supa di pakai untuk membakar keris.Timbulnya api karena adanya gas yang keluar dari dalam tanah lalu terbakar,pusat semburan gas yang berdiameter kurang lebih 1,5 m.Diberi tumpukan batu kapur agar tidak membahayakan orang
  2. Sendang atau Sumur. Sendang ini ketika di temukan oleh Sunan Kalijaga dengan cara tersebut diatas air jernih.Semenjak di gunakan Empu Supa untuk menyepu keris Kyai Sengkelat airnya berubah menjadi keruh agak kekuning-kuningan dan kelihatan mendidih tapi tidak panas
  3. Batu Bobot. Terletak di rumah kecil sebelah utara api terdapat beda yang menyerupai umpak yang di beri nama”Batu Bobot” yang artinya batu berat.

Sejarah Candi Borobudur



Sejarah Candi Borobudur. Kumpulan artikel tentang candi Borobudur ini akan menyajikannya secara lengkap. Siapa yang tidak kenal dengan Candi Borobudur, peninggalan sejarah kebanggaan bangsa Indonesia  yang juga telah ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO. Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yeng diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha
Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang didalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).
Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha.
Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah K?madh?tu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.
Menurut bukti-bukti sejarah, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam. Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia.
Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan; tiap tahun umat Buddha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah obyek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan.

Relief
Pada dinding candi di setiap tingkatan — kecuali pada teras-teras Arupadhatu — dipahatkan panel-panel bas-relief yang akan selalu mengingatkan sejarah candi Borobudur yang dibuat dengan sangat teliti dan halus.[54] Relief dan pola hias Borobudur bergaya naturalis dengan proporsi yang ideal dan selera estetik yang halus. Relief-relief ini sangat indah, bahkan dianggap sebagai yang paling elegan dan anggun dalam kesenian dunia Buddha.
Relief Borobudur juga menerapkan disiplin senirupa India, seperti berbagai sikap tubuh yang memiliki makna atau nilai estetis tertentu. Relief-relief berwujud manusia mulia seperti pertapa, raja dan wanita bangsawan, bidadari atapun makhluk yang mencapai derajat kesucian laksana dewa, seperti tara dan boddhisatwa, seringkali digambarkan dengan posisi tubuh tribhanga. Posisi tubuh ini disebut "lekuk tiga" yaitu melekuk atau sedikit condong pada bagian leher, pinggul, dan pergelangan kaki dengan beban tubuh hanya bertumpu pada satu kaki, sementara kaki yang lainnya dilekuk beristirahat. Posisi tubuh yang luwes ini menyiratkan keanggunan, misalnya figur bidadari Surasundari yang berdiri dengan sikap tubuh tribhanga sambil menggenggam teratai bertangkai panjang.
Relief Borobudur menampilkan banyak gambar; seperti sosok manusia baik bangsawan, rakyat jelata, atau pertapa, aneka tumbuhan dan hewan, serta menampilkan bentuk bangunan vernakular tradisional Nusantara. Borobudur tak ubahnya bagaikan kitab yang merekam berbagai aspek kehidupan masyarakat Jawa kuno. Banyak arkeolog meneliti kehidupan masa lampau di Jawa kuno dan Nusantara abad ke-8 dan ke-9 dengan mencermati dan merujuk ukiran relief Borobudur. Bentuk rumah panggung, lumbung, istana dan candi, bentuk perhiasan, busana serta persenjataan, aneka tumbuhan dan margasatwa, serta alat transportasi, dicermati oleh para peneliti. Salah satunya adalah relief terkenal yang menggambarkan Kapal Borobudur. Kapal kayu bercadik khas Nusantara ini menunjukkan kebudayaan bahari purbakala. Replika bahtera yang dibuat berdasarkan relief Borobudur tersimpan di Museum Samudra Raksa yang terletak di sebelah utara Borobudur.

Arca Budha
Selain wujud buddha dalam kosmologi buddhis yang terukir di dinding, di Borobudur terdapat banyak arca buddha duduk bersila dalam posisi teratai serta menampilkan mudra atau sikap tangan simbolis tertentu. Patung buddha dengan tinggi 1,5 meter ini dipahat dari bahan batu andesit.
Patung buddha dalam relung-relung di tingkat Rupadhatu, diatur berdasarkan barisan di sisi luar pagar langkan. Jumlahnya semakin berkurang pada sisi atasnya. Barisan pagar langkan pertama terdiri dari 104 relung, baris kedua 104 relung, baris ketiga 88 relung, baris keempat 72 relung, dan baris kelima 64 relung. Jumlah total terdapat 432 arca Buddha di tingkat Rupadhatu.
Pada bagian Arupadhatu (tiga pelataran melingkar), arca Buddha diletakkan di dalam stupa-stupa berterawang (berlubang). Pada pelataran melingkar pertama terdapat 32 stupa, pelataran kedua 24 stupa, dan pelataran ketiga terdapat 16 stupa, semuanya total 72 stupa.
Dari jumlah asli sebanyak 504 arca Buddha, lebih dari 300 telah rusak (kebanyakan tanpa kepala) dan 43 hilang (sejak penemuan monumen ini, kepala buddha sering dicuri sebagai barang koleksi, kebanyakan oleh museum luar negeri).
Secara sepintas semua arca buddha ini terlihat serupa, akan tetapi terdapat perbedaan halus diantaranya, yaitu pada mudra atau posisi sikap tangan. Terdapat lima golongan mudra: Utara, Timur, Selatan, Barat, dan Tengah, kesemuanya berdasarkan lima arah utama kompas menurut ajaran Mahayana. Keempat pagar langkan memiliki empat mudra: Utara, Timur, Selatan, dan Barat, dimana masing-masing arca buddha yang menghadap arah tersebut menampilkan mudra yang khas. Arca Buddha pada pagar langkan kelima dan arca buddha di dalam 72 stupa berterawang di pelataran atas menampilkan mudra: Tengah atau Pusat. Masing-masing mudra melambangkan lima Dhyani Buddha; masing-masing dengan makna simbolisnya tersendiri.

Rehabilitasi
Borobudur sangat terdampak letusan Gunung Merapi pada Oktober adan November 2010. Debu vulkanik dari Merapi menutupi kompleks candi yang berjarak 28 kilometer (17 mil) arah barat-baratdaya dari kawah Merapi. Lapisan debu vulkanik mencapai ketebalan 2,5 sentimeter menutupi bangunan candi kala letusan 3–5 November 2010, debu juga mematikan tanaman di sekitar, dan para ahli mengkhawatirkan debu vulkanik yang secara kimia bersifat asam dapat merusak batuan bangunan bersejarah ini. Kompleks candi ditutup 5 sampai 9 November 2010 untuk membersihkan luruhan debu.
Mencermati upaya rehabilitasi Borobudur setelah letusan Merapi 2010, UNESCO telah menyumbangkan dana sebesar 3 juta dollar AS untuk mendanai upaya rehabilitasi. Membersihkan candi dari endapan debu vulkanik akan menghabiskan waktu sedikitnya 6 bulan, disusul penghijauan kembali dan penanaman pohon di lingkungan sekitar untuk menstabilkan suhu, dan terakhir menghidupkan kembali kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Lebih dari 55.000 blok batu candi harus dibongkar untuk memperbaiki sistem tata air dan drainase yang tersumbat adonan debu vulkanik bercampur air hujan. Restorasi berakhir November 2011, lebih awal dari perkiraan semula.
Candi Borobudur merupakan bangunan bersejarah yang megah. Ini membuktikan bahwa nenek moyang kita telah mengenal ilmu teknologi yang tinggi yang tidak kalah dengan perkembangan teknologi jaman sekarang. Terbukti dengan masih kokohnya candi Borobudur hingga sekarang. Sebagai anak bangsa yang cinta negeri ini, tidak berlebihan bila anak - anak sekolah perlu mempelajari sejarah candi Borobudur.
-----

Daftar Situs Warisan Dunia


 Daftar situs warisan dunia yang telah ditetapkan oleh badan dunia UNESCO adalah sebagai berikut :


Afganistan
2002 - Situs Jam
2003 - Situs Lembah Bamiyan (Patung Buddha Bamiyan)

Afrika Selatan
1999 - Pulau Robben
1999 - Situs manusia purba Sterkfontein, Swartkrans dan Kromdraai
1999 - Taman St. Lucia
2000 - Taman uKhahlamba-Drakensberg
2003 - Pemandangan Mapungubwe

Afrika Tengah
1988 - Taman Nasional Manovo-Gounda St. Floris

Albania
1992 - Situs Butrint

Aljazair
1980 - Situs Beni Hammad
1982 - Tassili n'Ajjer
1982 - Lembah M'zab
1982 - Situs Djémila
1982 - Situs Timgad
1992 - Kasbah Aljir

Amerika Serikat
1978 - Taman Nasional Mesa Verde
1978 - Taman Nasional Yellowstone
1979 - Taman Nasional Grand Canyon
1979 - Taman Nasional Everglades
1979 - Independence Hall
1979 - Taman Nasional Kluane dan Taman Nasional Wrangell-Saint-Elias
1980 - Taman Nasional Redwood
1981 - Taman Nasional Mammoth Cave
1981 - Taman Nasional Olympic
1982 - Situs Cahokia Mounds State
1983 - Taman Nasional Great Smoky Mountains
1983 - La Fortaleza dan San Juan di Puerto Riko
1984 - Statue of Liberty
1984 - Taman Nasional Yosemite
1987 - Monticello dan University of Virginia di Charlottesville
1987 - Taman Nasional Chaco Culture
1987 - Taman Nasional Hawaii Volcanoes
1992 - Pueblo de Taos
1995 - Taman Nasional Carlsbad Caverns
1995 - Waterton Glacier

Argentina
1981 - Taman Nasional Los Glaciares
1983 - Guarani
1984 - Taman Nasional Iguazú
1999 - Semenanjung Valdés
1999 - Cueva de las Manos
2000 - Taman Nasional Ischigualasto dan Taman Nasional Talampaya
2000 - Masjid Córdoba
2003 - Quebrada de Humahuaca

Armenia
1996 - Haghpat dan Sanahin
2000 - Etschmiadsin dan Situs Zvartnots
2000 - Geghard

Australia
1981 - Karang Penghalang Besar
1981 - Taman Nasional Kakadu
1981 - Willandra Lakes Region
1982 - Tasmanian Wilderness
1982 - Pulau Lord Howe
1986 - Central Eastern Rainforest Reserves
1987 - Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta
1988 - Wet Tropics of Queensland
1991 - Shark Bay, Australia Barat
1992 - Pulau Fraser
1994 - Situs-situs fosil mamalia Riversleigh Naracoorte
1997 - Pulau Heard dan Kepulauan McDonald
1997 - Pulau Macquarie
2000 - Greater Blue Mountains Area
2003 - Taman Nasional Purnululu

Austria
1996 - Kota Salzburg
1996 - Mahligai dan kebun Schönbrunn
1997 - Pemandangan Hallstatt-Dachstein Salzkammergut
1998 - Jalan kereta-api Semmering
1999 - Kota Graz
2000 - Pemandangan Wachau
2001 - Kota Wina
2001 - Pemandangan Neusiedlersee (Danau Fertö)

Azerbaijan
2000 - Kota Baku

Bangladesh
1985 - Kota Bagerhat
1985 - Situs Vihara di Paharpur
1997 - Utan Sundarbans

Belanda
1995 - Bekas pulau Schokland
1996 - Tembok pertahanan di Amsterdam
1997 - Kincir-kincir angin di Kinderdijk-Elshout
1997 - Kota dan pelabuhan Willemstad, Curaçao
1998 - Pompa uap air Woudagemaal
1999 - Tanggul di Beemster
2000 - Balai Schröder di Rietveld

Belarus
1992 - Taman Nasional Belovezhskaya Pushcha (Utan Bialowieza)
2000 - Puri Mir

Belgia
1998 - Flemish Béguinages
1998 - Empat Lift di Terusan Tengah, La Louvière dan Le Roeulx (Hainault)
1998 - Grand-Place, Brusel
1999 - Belfries di Flanders dan Wallonia
2000 - Kota Brugge
2000 - Balai-balai arsitek Victor Horta di Brusel
2000 - Neolithic Flint Mines di Spiennes (Mons)
2000 - Notre-Dame Cathedral di Tournai

Belize
1996 Karang Belize

Benin
1985 - Mahligai-mahligai di Abomey

Bolivia
1987 - Kota Potosi
1990 - Chiquitos
1998 - Situs Fuerte de Samaipata
2000 - Taman Nasional Noel Kempff Mercado
2000 - Situs Tiwanaku

Bosnia dan Herzegovina
2000 - Situs Beinijica

Botswana
2001 - Situs Tsodilo

Brazil
1980 - Kota Ouro Preto
1982 - Kota Olinda
1983 - Guarani
1985 - Kota Salvador de Bahia
1985 - Bom Jesus do Congonhas
1986 - Taman Nasional Iguaçu
1987 - Kota Brasilia
1991 - Taman Nasional Serra da Capivara
1997 - Kota São Luis
1999 - Kota Diamantina
1999 - Discovery Coast Atlantic Forest Reserves
1999 - Atlantic Forest Southeast Reserves
2000 - Pantanal Conservation Area
2000, 2003 - Central Amazon Conservation Complex
2001 - Taman Nasional Chapada dos Veadeiros dan Taman Nasional Emas
2001 - Taman pulau-pulau Fernando de Noronha dan Atol das Rocas
2001 - Kota Goiás

Bulgaria
1979 - Gereja Boyana
1979 - Pengkendara di Madara
1979 - Gereja-gereja di Ivanovo
1979 - Situs Kazanlak
1983 - Kota Nessebar
1983 - Srebarna Nature Reserve
1983 - Taman Nasional Pirin
1983 - Biara Rila
1985 - Situs Sveshtari

Chili
1995 - Taman Nasional Rapa Nui
2000 - Gereja-gereja Chiloé
2003 - Kota dan labuhan Valparaíso

Tiongkok
1987 - Tembok Besar Tiongkok
1987 - Gua Mogao di Dunhuang
1987 - Istana kuno Kota Beijing / Kota Terlarang
1987 - Terakota
1987 - Obyek wisata gunung Taishan
1987 - Situs Purbakala Manusia Peking
1990 - Obyek wisata Gunung Huangshan
1992 - Istana Musim Panas Chengde
1992 - Huanglong Provinsi Sichuan
1992 - Jiuzhaigou Provinsi Sichuan
1992 - Wulingyuan Provinsi Hunan
1994 - Komplek Bangunan Kuno di Gunung Wudang
1994 - Istana Potala, Lhasa, Tibet
1994 - Kuil, Istana, dan Hutan Konghucu Tiga Kong
1996 - Obyek wisata Gunung Emei, termasuk Buddha Raksasa Leshan
1996 - Taman Nasional Lushan
1997 - Kota Kuno Pingyao
1997 - Kota Tua Lijiang
1998 - Yuan Ming Yuan dan Yihe Yuan
1998 - Tian Tan (dalam Bahasa Inggris: Temple of Heaven)
1999 - Areal Pahatan Batu Dazu
1999 - Obyek wisata Pegunungan Wuyi
2000 - Kota Kuno Anhui
2000, 2003, 2004 - Kuburan Kaisar Dinasti Ming dan Dinasti Qing
2000 - Gunung Qingcheng dan Sistem Irigasi Dujiangyan
2001 - Gua Yungang
2000 - Gua Longmen di Henan
2008 - Komplek Fujian Tulou
2008 - Taman Nasional Gunung Sanqing, provinsi Jiangxi
2009 - Gunung Wutai, provinsi Shanxai

El Salvador
1993 - Situs Joya de Ceren

Estonia
1997 - Kota historis Tallinn

Gambia
2003 - Pulau James

Georgia
1994 - Katedral Bagrati dan Gelati Monastery
1994 - Monumen Historis Mtskheta
1996 - Svaneti Utara

Hongaria
1987, 2002 - Kota Budapest
1987 - Desa Hollókö
1995, 2000 - Gua-gua Aggtelek Karst dan Slovak Karst
1996 - Pannonhalma
1999 - Taman Nasional Hortobágy
2000 - Necropolis Pécs
2001 - Pemandangan Danau Fertö (Neusiedlersee)
2002 - Pemandangan Tokaj

India
Benteng Agra, Agra, Uttar Pradesh
Fatehpur Sikri, Uttar Pradesh
Taj Mahal, Agra, Uttar Pradesh
Basilika Bom Jesus dan gereja lain di Goa
Monumen Buddhis di Sanchi, Madhya Pradesh
Kompleks monumen Khajuraho di Madhya Pradesh
Gua Batu Bhimbetka, Madhya Pradesh
Taman Arkeologi Champaner-Pavagadh, Gujarat
Stasiun Chhatrapati Shivaji, Mumbai, Maharashtra
Gua Elephanta, Mumbai, Maharashtra
Gua Ellora, Maharashtra
Hotel Taj Mahal, Mumbai, Maharashtra
Gua Ajanta, Maharashtra
Kuil Chola Agung, Tamil Nadu
Kompleks Monumen di Mahabalipuram, Tamil Nadu
Kereta Api Gunung di Ooty, Tamil Nadu
Kompleks Monumen di Hampi, Karnataka
Kompleks Monumen di Pattadakal, Karnataka
Taman Nasional Kaziranga, Assam
Suaka Margasatwa Manas, Assam
Taman Nasional Keoladeo, Rajasthan
Kuil Surya Konark, Konark, Orissa
Kuil Jagannath, Puri, Orissa
Kuil Lingaraj, Bhubaneswar, Orissa
Taman Nasional Similipal, Orissa
Kompleks Kuil Mahabodhi, Bodh Gaya, Bihar
Kereta Api Pegunungan India (termasuk Kereta Api Darjeeling Himalayan, Kereta
Api Kalka-Shimla, dan Kereta Api Pegunungan Nilgiri)
Nanda Devi dan Taman Nasional Lembah Bunga, Uttaranchal
Qutub Minar dan monumen di sekelilingnya, Delhi
Benteng Merah, Delhi
Makam Humayun, Delhi
Taman Nasional Sundarbans, Benggali Barat

Indonesia
1991 - Taman Nasional Komodo
1991 - Taman Nasional Ujung Kulon
1991 - Candi Borobudur
1991 - Candi Prambanan
1995 - Kampung Bena
1996 - Situs manusia purba Sangiran
1999 - Taman Nasional Lorentz
2004- Hutan hujan tropis Sumatera, Taman Nasional Sembilang, Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
2007 - Kota Karanganyar

Irak
1985 - Situs Hatra
2003 - Situs Ashur (Qal'at Sherqat)

Iran
1979 - Tchogha Zanbil
1979 - Situs Persepolis
1979 - Meidan Emam, Esfahan
2003 - Situs Takht-e Soleyman
2004 - Kota Isfahan
2005 - Menara Perdamaian Irak-Iran, Irkan

Irlandia
1993 - Situs Brúna Bóinne, Newgrange, Knowth dan Dowth
1996 - Skellig Michael

Israel
1981 - Kota Yerusalem
2001 - Kota Acre
2003 - Kota Tel Aviv

Jepang
1993 - Kuil agama Buddha Horyu-ji di Nara
1993 - Istana Himeji
1993 - Daerah pegunungan Shirakami-Sanchi
1993 - Pulau Yakushima
1994 - Bangunan bersejarah di kota lama Kyoto (Kyoto, Uji dan Otsu)
1995 - Perkampungan Shirakawa-go and Gokayama
1996 - Monumen Perdamaian Hiroshima (Genbaku Dome)
1996 - Kuil Shinto Itsukushima
1998 - Bangunan bersejarah di kota lama Nara
1999 - Kuil agama Buddha dan Shinto di Nikko
2000 - Reruntuhan Kerajaan Ryukyu, situs Istana Gusuku dan bangunan terkait
2004 - Tempat-tempat suci dan rute berziarah di daerah Pegunungan Kii
2005 - Semenanjung Shiretoko di Hokkaido

Kamboja
Angkor

Kanada
1978 - Situs L'Anse aux Meadows
1978 - Taman Nasional Nahanni
1979 - Situs Dinosaur Provincial Park
1979 - Taman Nasional Kluane dan Taman Nasional Wrangell-Saint-Elias
1981 - Desa SGaang Gwaii
1981 - Situs Head-Smashed-In Buffalo Jump
1983 - Taman Nasional Wood Buffalo
1984 - Canadian Rocky Mountain Parks
1985 - Kota Québec
1987 - Taman Nasional Gros Morne
1995 - Waterton Glacier
1995 - Kota Lunenburg
1999 - Miguasha Park

Kepulauan Marshall
2010 - Daerah uji coba nuklir Bikini Atoll

Laos
1995 - kota Luang Prabang

Lebanon
1984 - Anjar
1984 - Baalbek
1984 - Byblos
1984 - Tyre

Libya
1984 - Babylonia
1984 - Taman Gladiator Tyrex
1991 - Kota Sirte]
2001 - Situs Masada

Malawi
1984 - Taman Nasional Danau Malawi

Malaysia
2000 - Taman Nasional Gunung Mulu [240] [241]
2000 - Gunung Kinabalu [242] [243]
2008 - Melaka dan George Town, Kota Bersejarah di Selat Malaka

Mali
1988 - Kota Djenné
1988 - Kota Timbuktu
1989 - Tebing curam di Bandiagara

Maroko
Situs arkeologis Volubilis
Kota sejarah Meknes

Mesir
1979 - Memphis
1979 - Thebes
1979 - Kairo Islam
1979 - Abu Simbel
1979 - Abu Mena
2002 - Saint Catherine

Perancis
Carcassonne
Mont Saint-Michel

Polandia
1992 - Hutan Bialowieza (Taman Nasional Belovezhskaya Pushcha)
1992 Kota Tua Zamo??
1997 Istana Malbork di Malbork

Rumania
1991 - Delta Donau
1993 - Bisericile pictate din nordul Moldovei
1993 - Biara Horezu
1993, 1999 - A?ez?ri cu biserici fortificate din Transilvania
1999 - Benteng-benteng Dacia di Pegunungan Or??tie
1999 - Benteng Sighi?oara
1999 - Gereja-gereja kayu di Maramure?

Siprus
1980 - Paphos
1998 - Khirokitia

Slowakia
2000 - Gua-gua Aggtelek Karst dan Slovak Karst

Sri Lanka
1982 - Situs Anuradhapura
1982 - Situs Polonnaruwa
1982 - Situs Sigiriya
1988 - Taman Utan Sinharaja
1988 - Kota Kandy
1988 - Kota Galle
1991 - Candi Dambulla

Sudan
2003 - Gebel Barkal dan situs-situs di Napatan

Suriah
1979 - Kota historis Damaskus
1980 - Kota historis Bosra
1980 - Situs Palmyra
1986 - Kota historis Aleppo

Suriname
2000 - Taman Suriname Tengah
2002 - Kota Paramaribo

Swedia
1991 - Istana Drottningholm
1993 - Birka dan Hovgården

Swiss
1983 - Biara di St. Gall
1983 - Biara St. John di Müstair
1983 - Kota historis Bern
2000 - Tembok pertahanan di Bellinzone
2001 - Pemandangan Jungfrau-Aletsch-Bietschhorn
2003 - Pemandangan Monte San Giorgio

Thailand
1991 - Kota-kota historis Sukhothai
1991 - Kota-kota historis Ayutthaya
1991 - Taman Thungyai-Huai Kha Khaeng
1992 - Situs Ban Chiang

Tunisia
1979 - Teater historis El Jem
1979 - Situs Karthago
1979 - Medina di Tunis
1980 - Taman Nasional Ichkeul
1985 - Situs Kerkuane
1988 - Medina di Sousse
1988 - Kota Kairouan
1997 - Situs Thugga

Turki
1985 - Daerah-daerah historis di Istanbul
1985 - Taman Nasional Göreme dan pemandangan Cappadocia
1985 - Mesjid besar dan rumah sakit di Divrigi
1986 - Situs Hattusha
1987 - Nemrut Dag
1988 - Situs Xanthos-Letoon
1988 - Pemandangan Hierapolis-Pamukkale
1994 - Kota Safranbolu
1998 - Situs Troya

Turkmenistan
1999 - Kota oase Merv

Uganda
1994 - Taman Nasional Bwindi
1994 - Taman Nasional Rwenzori
2001 - Kasubi

Ukraina
1990 - Gereja Sofia di Kiev
1998 - Kota L'viv

Uruguay
1995 - Kota Colonia del Sacramento

Zambia
1989 - Air Terjun Victoria

Yaman
1982 - Kota Tertutup Tua Shibam
1986 - Kota Tua Sana'a
1993 - Kota Bersejarah Zabid
2008 - Semenanjung Socotra

Zimbabwe
1984 - Taman Nasional Mana-Pools
1988 - Situs Great Zimbabwe
1988 - Situs Khami
1989 - Air Terjun Victoria
2003 - Pegunungan Matobo
---